Sempat Berhenti Karena Sakit, Maria Hingi Koten Bangkit dan Raih Predikat Mahasiswa Terbaik Prodi Pendidikan Geografi FIP UNIKAMA

Sempat Berhenti Karena Sakit, Maria Hingi Koten Bangkit dan Raih Predikat Mahasiswa Terbaik Prodi Pendidikan Geografi FIP UNIKAMA

PEND. GEOGRAFI– Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu berjalan lurus. Ada luka, air mata, dan keraguan yang harus dilewati. Namun bagi Maria Hingi Koten, mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, setiap ujian justru menjadi pijakan untuk bangkit lebih kuat.

Maria, yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai pribadi yang tekun, bertanggung jawab, dan memiliki semangat belajar tinggi. Namun di balik keteguhan itu, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Ia sempat berhenti kuliah karena kondisi kesehatan yang memaksanya menepi dari dunia akademik.

Masa itu menjadi ujian berat, bukan hanya secara fisik tetapi juga mental. Ia harus menerima kenyataan bahwa studinya terhenti. Bahkan, ia merasakan perubahan sikap dari lingkungan sekitar. Beberapa tetangga dan teman mulai menjauh ketika ia tidak lagi aktif kuliah. Situasi tersebut sempat membuatnya terpuruk.

Namun, di tengah keterbatasan itu, tekadnya tidak pernah padam. Doa dan dukungan penuh dari kedua orang tua, kakak, adik, serta keluarga besar menjadi sumber kekuatan yang menguatkannya untuk bangkit. Keputusan untuk kembali melanjutkan kuliah menjadi momen paling berkesan sekaligus titik balik dalam hidupnya.

“Itu keputusan besar dalam hidup saya. Dari situ saya membuktikan bahwa saya mampu melewati kesulitan,” ungkap Maria haru.

Selama kembali menempuh studi, ia belajar menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih kuat, dan tidak mudah menyerah pada keadaan. Ia menerapkan kedisiplinan dalam mengatur waktu, fokus saat perkuliahan, serta menyelesaikan tugas tepat waktu. Ia juga menjaga kesehatan dan membangun lingkungan pertemanan yang saling mendukung agar tetap semangat dalam belajar maupun berorganisasi.

Sosok paling berpengaruh dalam perjalanan akademiknya adalah kedua orang tuanya. Dukungan, doa, dan motivasi mereka menjadi kekuatan terbesar dalam setiap langkahnya. Selain itu, ia juga mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih kepada dua dosen pembimbing yang sangat ia panuti, Ibu Ifana dan Bapak Wito, selaku Kaprodi Pendidikan Geografi, yang senantiasa memberikan arahan, dukungan, masukan, serta nasihat selama ia menjadi mahasiswa.

Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis. Ketika dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik FIP, Maria merasa sangat bersyukur dan terharu. Penghargaan tersebut bukan sekadar prestasi akademik, melainkan simbol bahwa perjuangan tidak pernah sia-sia.

“Perjalanan saya tidak mudah, tetapi saya percaya bahwa setiap proses ada hasilnya. Yang penting jangan pernah menyerah,” pesannya.

Kepada teman-teman seangkatan dan adik tingkat, Maria berpesan agar tidak menyerah pada keadaan. Setiap orang memiliki proses dan perjuangannya masing-masing. Kerja keras, doa, serta dukungan orang-orang terdekat akan selalu menemukan jalannya menuju hasil yang indah.

Ke depan, setelah lulus dari UNIKAMA, Maria berharap dapat mengamalkan ilmu yang diperolehnya untuk membangun dan mengabdi kepada masyarakat, khususnya di daerah asalnya, Flores, Nusa Tenggara Timur. Ia ingin menjadi pribadi yang terus berkembang dan bermanfaat bagi banyak orang.

Pendaftaran Mahasiswa baru dapat melalui link berikut: https://pmb.unikama.ac.id/

info lebih lanjut : Follow akun Instagram FIP @fip.unikama atau Tiktok @fip_unikama

Scroll to Top